SABTU
16
Maret 2024
Renungan Pagi
Lukas 19: 11-24
MINGGU III PRAPASKAH
KJ. 416:1- Berdoa
HAMBA KRISTUS YANG SETIA
Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan- Nya dengan suatu perumpamaan” (ay. 11)
Dalam pelayanan-Nya Yesus sering menyampaikan pengajaran
tentang Kerajaaan Allah. Namun murid-murid dan orang banyak yang mendengar pengajaran Yesus merasa sulit bahkan salah mengerti tentang Kerajaan Allah. Mendekatnya Yesus ke Yerusalem membuat para murid menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera terwujud. Yesus berusaha meluruskan pemahaman murid-murid-Nya melalui perumpamaan tentang seorang bangsawan yang pergi ke negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu ia baru kembali. Perumpamaan ini mau mengingatkan para murid bahwa Yesus akan kembali kepada Bapa setelah la melaksanakan tugas keselamatan-Nya yang berpuncak pada kematian-Nya di kayu salib, bangkit pada hari ketiga. Ia kembali kepada Bapa untuk menerima hormat dan kemuliaan-Nya. Yesus yang telah kembali dalam kemuliaan-Nya akan datang kembali.
Sebelum pergi, Yesus memberi hamba-hamba-Nya uang mina untuk berdagang sampai ia datang kembali. Hamba pertama dan kedua dapat melaksanakan tugasnya dengan baik karenanya menerima pujian. Namun hamba yang ketiga dengan berbagai alasan tidak melaksanakan tugasnya bahkan menyimpan uang mina tersebut. Ia melalaikan tugas dan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Yesus yang telah kembali dalam kemuliaan- Nya telah memercayakan pelayanan kepada kita. la menuntut ketaatan dan kesetiaan dari semua orang percaya untuk menanti kedatangan-Nya kembali. Menanti di sini harus diwujudkan dengan semangat kita yang giat melayani-Nya dengan karunia yang la percayakan bagi kita. Sekecil apa pun karunia yang kita terima, haruslah diberdayakan secara maksimal.
Saat menanti kedatangan-Nya, kita diingatkan bahwa dalam iman kepada Kristus kita adalah warga Kerajaan Allah. Karena itu sebagai warga Kerajaan Allah selama ada waktu dan kesempatan hendaklah kita bekerja bagi Tuhan dalam kesetiaan dan ketaatan.
KJ. 416:2
Doa: (Tuhan sertai dan mampukan kami untuk setia dan taat bekerja bagi kemuliaan nama-Mu)
MAJI
SETIAP JERIH LELAH ADA UPAHNYA
Lukas 19:25-26
19:25 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. 19:26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
“Aku berkata kepadamu: ‘Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil (ay 26).
Mengakhiri perumpamaan-Nya tentang uang mina, Yesus menyampaikan suatu perkataan yang menarik untuk di renungkan, yaitu Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil. Secara sekilas pernyataan Yesus ini dapat membuat kita berkesimpulan bahwa ada ketidakadilan yang terjadi. Biasanya perspektif keadilan yang kita pahami adalah yang diberi itu yang tidak mempunyai bukan yang mempunyai. Pertanyaannya adalah apakah Yesus mengajarkan ketidakadilan?. Jawabannya tentu saja tidak. Yesus itu sumber keadilan dan tindakan bahkan karya keselamatan-Nya sepenuhnya menegaskan tentang keadilan Tuhan.
Perkataan Yesus ini hendaknya kita tempatkan pada konteks perumpamaan tentang uang mina yang menyoroti pengajaran tentang Kerajaan Allah. Lukas menyampaikan bahwa ajaran tentang Kerajaan Allah itu menunjuk pada saat Yesus kembali dalam kemuliaan-Nya setelah bangkit dari kematian-Nya dan dalam kemuliaan-Nya la akan datang kembali. Sebelum kembali ke dalam kemuliaan-Nya, la memercayakan tugas pelayanan kepada murid-murid-Nya. Yesus menghendaki semua murid-Nya melaksanakan tugas pelayanan itu dengan penuh tanggung jawab, setia dan taat karena kelak tugas yang dipercayakan-Nya kepada kita harus dipertanggung jawabkan kepada-Nya. Dengan demikian perkataan Yesus: ‘setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil menunjuk kepada mereka yang melaksanakan tugas pelayanan dalam ketaatan, kesetiaan dan tanggung jawab. Tuhan pasti menghargai setiap hamba-Nya yang melayani dengan setia. Sebaliknya tugas pelayanan itu akan diambil jika kita hanya berdiam diri dalam arti tidak melaksanakan tugas pelayanan.
Mari kita menjadi hamba Kristus yang setia, taat dan penuh tanggung jawab. Ingatlah bahwa setiap jerih lelah ada upahnya sebaliknya setiap perilaku malas ada ganjarannya.
Sumber: [SBU – 16 Maret 2024 | Malam]
Doa: (Tuhan mampukan kami untuk menjalani hidup yang bertanggung jawab)
